March 1, 2024

Google Tawari Epic Games Rp 2,3 Triliun agar Fortnite Ada di Play Store, Tapi Ditolak

3 min read

Google mengungkapkan mereka pernah menawarkan kesepakatan senilai USD 147 juta (sekitar Rp 2,3 triliun) ke Epic Games. Informasi ini diungkap di sebuah persidangan. Tawaran tersebut diberikan agar game Fortnite dapat diluncurkan di Google Play Store untuk perangkat Android.

Wakil Presiden Kemitraan Play Google, Purnima Kochikar, menyatakan kesepakatan tersebut telah disetujui dan diajukan kepada Epic, namun tidak diterima.

Kesepakatan itu melibatkan pemberian pendanaan tambahan selama tiga tahun hingga 2021 kepada Epic, sebagai upaya untuk mencegah aplikasi populer seperti Fortnite lepas dari toko resmi Android dan menghindari biaya pembelian dalam aplikasi Google.

Epic sebelumnya meluncurkan Fortnite di Android pada 2018 melalui situs web mereka sendiri. Akan tetapi, game tersebut didepak dari Play Store karena menjual mata uang dalam game, V-Bucks, tanpa membayar komisi ke Google.

Meskipun demikian, pada 2020, Epic mengakui keputusan awal tersebut merugikan mereka terutama karena masalah keamanan dan faktor lainnya.

Di tahun sama, Epic melayangkan gugatan antimonopoli dengan klaim keputusan awal perusahaan membuat Google khawatir akan ‘risiko penularan’.

Dokumen internal Google diungkapkan di pengadilan menunjukkan kekhawatiran pengembang game lain dapat mengikuti langkah Epic, mengakibatkan kerugian pendapatan besar bagi Google.

Diwartakan The Verge, Minggu (12/11/2023), Google disebutkan mencoba mencegahnya dengan menawarkan manfaat khusus atau membeli Epic.

Google berpendapat, kekhawatiran mereka adalah kehilangan game dari Play Store. Mereka ingin para pengembang memilih Play Store sebagai platform distribusi utama.

Epic menggunakan kesepakatan ditawarkan oleh Google sebagai argumen, Google berusaha mempertahankan monopoli Play Store yang melanggar hukum.

Meskipun kesepakatan tersebut tidak membuktikan hal tersebut, pandangan ini memberikan wawasan menarik tentang cara Google melihat bisnis game mobile mereka.

Indonesia Jadi Pasar Game Mobile ke-3 Terbesar Dunia

Berbicara mengenai game mobile, data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa jumlah penduduk di Indonesia mencapai 278,69 juta jiwa pada pertengahan 2023. Hal tersebut membuat Indonesia menjadi negara dengan populasi terbanyak ke-4 di dunia.

Dengan jumlah penduduk yang banyak dan pengguna smartphone yang lebih dari 80 persen, sudah sewajarnya jika Indonesia memiliki peran besar di industri game mobile.

Menurut laporan dari data.ai, Indonesia menjadi urutan ketiga di dunia sebagai pasar game mobile terbesar.

Tercatat bahwa di Indonesia jumlah unduhan game mobile sebanyak 3,45 miliar pada tahun 2022 lalu, angka ini naik sekitar 320 juta jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Erick Thohir: Kalau Ditekuni, Gim Bisa Hasilkan Cuan

Menteri BUMN Erick Thohir menyebut kalau gim di sektor digital bisa mendatangkan cuan jika ditekuni. Ini menjadi salah satu target pertumbuhan ekonomi yang perlu dibidik oleh Indonesia.

Erick menyebut, kalau BUMN khususnya Telkomsel jadi salah satu penggerak dalam memanfaatkan ekonomi digital ini. Apalagi ada potensi pertumbuhan ekonomi digital dalam beberapa tahun mendatang.

“Membuat game dan bermain game adalah contoh kemampuan yang jika ditekuni bisa menghasilkan “cuan”,” kata dia dalam akun Instragram @erickthohir, Senin (7/11/2022).

“Inilah salah satu alasan BUMN turut mengembangkan ekosistem digital, seperti games dan e-sport yang sudah dibangun @telkomsel,” tambahnya.

Menurut Erick, sektor ini merupakan salah satu penopang pertumbuhan ekonomi. Sekaligus ini juga jadi peralihan dari bergantungnya ekonomi Indonesia pada sumber daya alam.

“Dulu perekonomian kita bergantung kepada sumber daya alam yang kita olah, produksi, dan distribusi,” ungkapnya.

Ekonomi digital disebut-sebut jadi salah satu kekuatan ekonomi baru. Kedepannya, ini mampu menghasilkan inovasi berbasis teknologi mutakhir.

“Di era digital ini, muncul kekuatan ekonomi baru: knowledge-based economy. Ekonomi berbasis inovasi yang digerakkan pengetahuan dengan menggunakan teknologi mutakhir,” papar Menteri BUMN.

 

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.